Berego: Mie Lembut Kukus dengan Sentuhan Kuah Santan.
Daerah: Bangka Belitung
Berego adalah makanan tradisional khas Bangka Belitung yang terbuat dari campuran ikan dan tepung yang dibentuk bulat kemudian digoreng hingga renyah. Hidangan ini merupakan salah satu camilan favorit masyarakat Bangka Belitung yang memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Berego biasanya menggunakan ikan laut segar yang digiling halus dan dicampur dengan tepung terigu serta bumbu-bumbu pilihan.
Proses pembuatan berego dimulai dengan menggiling daging ikan segar hingga halus, kemudian dicampur dengan tepung terigu, telur, bawang putih, merica, garam, dan sedikit penyedap rasa. Adonan diaduk hingga rata dan memiliki konsistensi yang pas, tidak terlalu encer namun tidak terlalu kental. Adonan kemudian dibentuk bulat-bulat kecil dan digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan dan matang merata.
Keunikan berego terletak pada teksturnya yang renyah di bagian luar namun tetap lembut dan juicy di bagian dalam karena kandungan ikan yang tinggi. Proses penggorengan yang tepat menjadi kunci untuk mendapatkan tekstur yang sempurna. Berego yang baik memiliki warna kecoklatan yang menarik dengan permukaan yang tidak terlalu berminyak.
Cita rasa berego sangat gurih dengan rasa ikan yang dominan dan bumbu yang pas. Tekstur yang renyah memberikan sensasi yang memuaskan saat digigit, sementara bagian dalam yang lembut memberikan rasa ikan yang segar dan gurih. Berego biasanya disajikan hangat dengan sambal atau saus pedas sebagai pelengkap yang menambah cita rasa.
Berego dalam budaya masyarakat Bangka Belitung merupakan camilan yang sering disajikan saat berkumpul bersama keluarga atau sebagai teman minum teh dan kopi. Hidangan ini mencerminkan kreativitas masyarakat pesisir dalam mengolah hasil laut menjadi camilan yang praktis dan tahan lama. Berego juga sering dijadikan oleh-oleh khas Bangka Belitung karena dapat bertahan beberapa hari dalam kemasan yang baik.
Proses pembuatan berego dimulai dengan menggiling daging ikan segar hingga halus, kemudian dicampur dengan tepung terigu, telur, bawang putih, merica, garam, dan sedikit penyedap rasa. Adonan diaduk hingga rata dan memiliki konsistensi yang pas, tidak terlalu encer namun tidak terlalu kental. Adonan kemudian dibentuk bulat-bulat kecil dan digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan dan matang merata.
Keunikan berego terletak pada teksturnya yang renyah di bagian luar namun tetap lembut dan juicy di bagian dalam karena kandungan ikan yang tinggi. Proses penggorengan yang tepat menjadi kunci untuk mendapatkan tekstur yang sempurna. Berego yang baik memiliki warna kecoklatan yang menarik dengan permukaan yang tidak terlalu berminyak.
Cita rasa berego sangat gurih dengan rasa ikan yang dominan dan bumbu yang pas. Tekstur yang renyah memberikan sensasi yang memuaskan saat digigit, sementara bagian dalam yang lembut memberikan rasa ikan yang segar dan gurih. Berego biasanya disajikan hangat dengan sambal atau saus pedas sebagai pelengkap yang menambah cita rasa.
Berego dalam budaya masyarakat Bangka Belitung merupakan camilan yang sering disajikan saat berkumpul bersama keluarga atau sebagai teman minum teh dan kopi. Hidangan ini mencerminkan kreativitas masyarakat pesisir dalam mengolah hasil laut menjadi camilan yang praktis dan tahan lama. Berego juga sering dijadikan oleh-oleh khas Bangka Belitung karena dapat bertahan beberapa hari dalam kemasan yang baik.