Mie Celor Palembang: Warisan Rasa Gurih yang Melegenda
Daerah: Sumatera Selatan
Mie Celor adalah hidangan mi khas Palembang yang terkenal dengan kuah kental berwarna kecokelatan yang terbuat dari santan dan kaldu udang. Berbeda dengan mi kuah lainnya, Mie Celor memiliki cita rasa yang unik, gurih, sedikit manis, dan kaya akan rempah, dengan aroma udang yang kuat. Mi kuning yang digunakan biasanya berbahan dasar tepung terigu, disajikan dengan tauge, irisan telur rebus, daun seledri, bawang goreng, dan terkadang potongan daging sapi atau udang sebagai topping. Hidangan ini sering dijuluki sebagai "laksa-nya Palembang" karena kemiripannya dengan laksa Melayu, tetapi dengan rasa yang lebih khas dan kental.
Sejarah & Asal-Usul
Mie Celor telah ada sejak era Kesultanan Palembang Darussalam dan diperkirakan terinspirasi dari pengaruh kuliner Tionghoa dan Melayu. Nama "celor" sendiri berasal dari kata "celorot" dalam bahasa Palembang, yang berarti "dicelup" atau "direndam," merujuk pada cara penyajian mi yang dicelupkan ke dalam kuah panas sebelum dihidangkan. Konon, hidangan ini awalnya dijajakan oleh pedagang keliling di atas perahu (seperti pempek) di sepanjang Sungai Musi, sebelum akhirnya menjadi makanan ikonik kota Palembang.
Bahan & Proses Pembuatan yang Unik
Kuah Kental: Kuah Mie Celor terbuat dari santan kental yang dimasak dengan kaldu udang atau ebi (udang kering), ditambah bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, ketumbar, dan sedikit gula merah untuk keseimbangan rasa.
Mi Kuning: Mi yang digunakan bertekstur kenyal, biasanya direbus terpisah sebelum disiram kuah.
Topping Khas:
Tauge segar
Telur rebus iris
Daun seledri dan bawang goreng
Tambahan daging sapi, udang, atau bahkan hati ampela
Sambal: Disajikan terpisah, biasanya sambal cabai rawit untuk yang suka pedas.
Penyajian & Cara Menikmati
Mie Celor biasanya disajikan dalam mangkuk dengan mi sebagai dasar, kemudian diberi tauge, telur, dan topping lainnya, lalu disiram kuah panas yang kental. Sebelum dimakan, hidangan ini harus diaduk terlebih dahulu agar kuah meresap ke dalam mi. Beberapa penjual menambahkan perasan jeruk kunci atau limau untuk menambah kesegaran.
Tempat Terkenal & Variasi Modern
Mie Celor 26 Ilir: Warung legendaris yang sudah berdiri puluhan tahun.
Mie Celor Pak Raden: Dikenal dengan kuahnya yang ekstra kental.
Versi Modern: Beberapa kafe menyajikan Mie Celor dengan tambahan seafood premium seperti kepiting atau scallop.
Fakta Menarik
Biasanya menjadi menu sarapan warga Palembang.
Sering disandingkan dengan pempek sebagai hidangan pelengkap.
Kuahnya yang kental membuat hidangan ini mengenyangkan meski porsi mi tidak terlalu banyak.
Sumber Referensi:
"Kuliner Palembang: Sejarah dan Keunikan" ? Dinas Kebudayaan Sumatera Selatan
Wawancara dengan pedagang Mie Celor legendaris di Palembang
"Jejak Rasa Nusantara: Mie Celor" ? Majalah Kuliner Heritage Indonesia
Mie Celor bukan sekadar mi kuah biasa ia adalah perpaduan sempurna antara budaya Melayu dan Tionghoa, warisan rasa yang telah memikat lidah banyak generasi. Dari pinggir Sungai Musi hingga restoran modern, kelezatannya tetap tak tergantikan.
Sejarah & Asal-Usul
Mie Celor telah ada sejak era Kesultanan Palembang Darussalam dan diperkirakan terinspirasi dari pengaruh kuliner Tionghoa dan Melayu. Nama "celor" sendiri berasal dari kata "celorot" dalam bahasa Palembang, yang berarti "dicelup" atau "direndam," merujuk pada cara penyajian mi yang dicelupkan ke dalam kuah panas sebelum dihidangkan. Konon, hidangan ini awalnya dijajakan oleh pedagang keliling di atas perahu (seperti pempek) di sepanjang Sungai Musi, sebelum akhirnya menjadi makanan ikonik kota Palembang.
Bahan & Proses Pembuatan yang Unik
Kuah Kental: Kuah Mie Celor terbuat dari santan kental yang dimasak dengan kaldu udang atau ebi (udang kering), ditambah bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, ketumbar, dan sedikit gula merah untuk keseimbangan rasa.
Mi Kuning: Mi yang digunakan bertekstur kenyal, biasanya direbus terpisah sebelum disiram kuah.
Topping Khas:
Tauge segar
Telur rebus iris
Daun seledri dan bawang goreng
Tambahan daging sapi, udang, atau bahkan hati ampela
Sambal: Disajikan terpisah, biasanya sambal cabai rawit untuk yang suka pedas.
Penyajian & Cara Menikmati
Mie Celor biasanya disajikan dalam mangkuk dengan mi sebagai dasar, kemudian diberi tauge, telur, dan topping lainnya, lalu disiram kuah panas yang kental. Sebelum dimakan, hidangan ini harus diaduk terlebih dahulu agar kuah meresap ke dalam mi. Beberapa penjual menambahkan perasan jeruk kunci atau limau untuk menambah kesegaran.
Tempat Terkenal & Variasi Modern
Mie Celor 26 Ilir: Warung legendaris yang sudah berdiri puluhan tahun.
Mie Celor Pak Raden: Dikenal dengan kuahnya yang ekstra kental.
Versi Modern: Beberapa kafe menyajikan Mie Celor dengan tambahan seafood premium seperti kepiting atau scallop.
Fakta Menarik
Biasanya menjadi menu sarapan warga Palembang.
Sering disandingkan dengan pempek sebagai hidangan pelengkap.
Kuahnya yang kental membuat hidangan ini mengenyangkan meski porsi mi tidak terlalu banyak.
Sumber Referensi:
"Kuliner Palembang: Sejarah dan Keunikan" ? Dinas Kebudayaan Sumatera Selatan
Wawancara dengan pedagang Mie Celor legendaris di Palembang
"Jejak Rasa Nusantara: Mie Celor" ? Majalah Kuliner Heritage Indonesia
Mie Celor bukan sekadar mi kuah biasa ia adalah perpaduan sempurna antara budaya Melayu dan Tionghoa, warisan rasa yang telah memikat lidah banyak generasi. Dari pinggir Sungai Musi hingga restoran modern, kelezatannya tetap tak tergantikan.